Apa Itu Obligasi?
Pertama-tama, Sobat Mulia perlu mengetahui terlebih dulu definisi dari obligasi. Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pihak yang berhutang kepada pihak piutang atau investor. Di dalam surat obligasi tersebut terdapat perjanjian bahwa pihak peminjam atau debitur akan membayar kembali hutang pokok beserta dengan bunganya pada jangka waktu yang sudah disepakati.
Apabila Anda menjadi pihak investor, maka surat obligasi tersebut menjamin Sobat Mulia akan memperoleh penghasilan tetap beserta bunga dari hutang yang dibayarkan debitur. Walaupun sekilas mirip dengan investasi saham, sebenarnya keduanya adalah dua tipe investasi yang berbeda. Pada jenis investasi saham, pihak investor merupakan orang yang menyatakan klaim kepemilikan terhadap sebuah perusahaan. Sedangkan, investasi pelaku investasi obligasi menyatakan klaim kreditur di dalam sebuah perusahaan.
Berdasarkan penerbitnya, obligasi terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
- Obligasi pemerintah,
- Obligasi korporasi, dan
- Obligasi pemerintah daerah
Sedangkan, berdasarkan nominalnya obligasi dibedakan menjadi:
- Obligasi konvensional, dan
- Obligasi ritel.
Obligasi vs Emas, Pilih Investasi yang Mana?
Baik Emas dan obligasi dikenal sebagai jenis investasi yang minim resiko. Sehingga, dua tipe investasi ini sangat direkomendasikan bagi pemula. Namun, tentunya baik investasi Emas maupun obligasi memiliki perbedaan yang bisa dijadikan sebagai perbandingan. Berikut adalah sisi-sisi perbedaan yang dimiliki investasi obligasi dan Emas:
Imbal Hasil
Imbal hasil merupakan hasil return yang diperoleh dari sebuah jenis investasi. Dalam hal ini, return yang ditawarkan oleh obligasi memang jauh lebih stabil dibandingkan dengan nilai Emas. Walaupun nilai Emas mengalami peningkatan, namun hal tersebut membutuhkan waktu. Sobat Mulia perlu menunggu setidaknya 5-10 tahun untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Sedangkan, jumlah imbal hasil dari obligasi bersifat tetap.
Resiko
Obligasi dan Emas memiliki skala resiko yang lebih kecil dibandingkan jenis investasi lainnya, seperti investasi saham. Namun, keduanya memiliki nilai yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Nilai obligasi dipengaruhi oleh nilai suku bunga. Sedangkan, nilai Emas dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor inflasi, faktor supply and demand, dan kebijakan yang dikeluarkan The Fed.
Dalam kondisi resesi, investasi Emas jauh lebih menguntungkan. Karena, saat masa krisis ekonomi, nilai suku bunga cenderung naik. Sehingga, mengakibatkan nilai obligasi menurun. Sebaliknya, dalam kondisi sulit nilai Emas justru cenderung meningkat.
Likuiditas
Dibandingkan obligasi, Emas memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi. Artinya, Sobat Mulia bisa menjual Emas dengan sangat mudah seandainya membutuhkan dana darurat. Apabila Sobat Mulia memiliki perhiasan Emas, maka bisa menjual perhiasan tersebut ke toko Emas. Begitu Pula, jika Sobat Mulia ingin menjual Emas ANTAM LM maka bisa melakukan buyback di BELM terdekat maupun di toko Emas. Selain itu, jangan lupa untuk memantau perkembangan harga Emas terbaru terlebih dulu.
Sebaliknya, Sobat Mulia tidak bisa melakukan penjualan obligasi sesukanya. Terdapat tenggat waktu yang harus terpenuhi apabila ingin menjual surat utang tersebut. Terdapat juga opsi menjual surat obligasi di pasar sekunder. Namun, tidak menjadi jaminan akan adanya peminat.
Demikianlah ulasan singkat mengenai obligasi dan perbandingannya dengan investasi Emas. Dalam memilih antara keduanya, pastikan untuk menyesuaikan dengan kondisi perekonomian negara saat ini. Dalam kondisi resesi ekonomi, investasi Emas menjadi pilihan yang ideal. Terutama, bagi Sobat Mulia yang ingin memulai investasi dengan dana minim.
Sumber: www.logammulia.com